Ekonomi

600 Bank Ikuti Program Perlindungan Gaji The Fed |BCC Indonesia

Besaran stimulus yang sudah dimanfaatkan mencapai 30 miliar dolar AS.

BBCINDO.COM, WASHINGTON — Sekitar 600 bank telah memanfaatkan fasilitas Program Perlindungan Gaji atau Paycheck Protection Program (PPP) dari Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed) sampai Sabtu (16/5). Besaran stimulus yang sudah dimanfaatkan mencapai 30 miliar dolar AS.

The Fed menyediakan fasilitas PPP dengan total nilai pinjaman hingga 30 miliar dolar AS. Program ini dirilis pada Rabu (6/5) yang ditujukan untuk mendukung bisnis kecil. Caranya dengan memasok likuiditas ke lembaga keuangan melalui pembiayaan jangka panjang kepada usaha kecil, sehingga mereka bisa tetap membayar gaji untuk para karyawan. 

Seperti dilansir Reuters, Ahad (17/5), kebanyakan di – mereka merupakan institusi keuangan berbasis komunitas. Setengah dari mereka memberikan lima atau lebih sedikit pinjaman.

Pemberi pinjaman menggunakan 3.676 pinjaman PPP yang sudah dikeluarkan untuk usaha kecil sebagai jaminan. The Fed mengatakan, telah mengumpulkan 2,5 juta dolar AS dalam bentuk bunga dan biaya untuk transaksi sejauh ini.

Besaran fasilitas senilai 30 miliar dolar AS yang sudah masuk ke 600 bank ini masih sebagian kecil dari total anggaran untuk PPP yang mencapai 530 miliar dolar AS. PPP sendiri merupakan salah satu program inti The Fed untuk menjaga stabilitas ekonomi selama pandemi Covid-19

Sesuai dengan namanya, PPP terutama ditujukan untuk penggajian pekerja. PPP memungkinkan usaha kecil yang sudah terdampak pandemi untuk mengajukan pinjaman yang dapat diberikan kemudahan, asalkan setidaknya 75 persen dari pinjaman tesebut dihabiskan untuk upah pekerja.

Program Fed diberikan untuk mendorong bank dapat berpartisipasi, memungkinkan mereka memberikan pinjaman ke dunia usaha dan mengumpulkan fee. Kemudian, bank-bank ini dapat meminjam uang dengan jumlah serupa ke The Fed dengan tingkat bunga 0,35 persen.  

Meski sudah banyak dimanfaatkan perbankan dan dunia usaha, The Fed diperkirakan akan merevisi program PPP. Rencana ini dilaporkan Wall Street Journal, Ahad, mengutip anggota parlemen.

Perubahan pada PPP diharapkan mencakup lebih banyak fleksibilitas untuk membelanjakan dana. Selain itu, memungkinkan lebih banyak waktu bagi dunia usaha untuk menghabiskan pinjaman di luar dua bulan yang sudah ditetapkan The Fed.  Revisi program ini diharapkan dapat diimplementasikan dalam dua fase.



Sumber Berita

Klik untuk komentar

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top