Dunia

Aplikasi WeChat Hentikan Operasi di India |BCC Indonesia

India memblokir 59 aplikasi yang memiliki kaitan dengan China.

BBCINDO.COM, NEW DELHI — Aplikasi perpesanan instan WeChat telah menghentikan operasinya di India. Hal itu dilakukan beberapa pekan setelah India memblokir 59 aplikasi yang memiliki koneksi ke China karena dianggap menimbulkan ancaman bagi keamanan nasional. 

“Berdasarkan hukum India, kami tidak dapat menawarkan kepada Anda WeChat saat ini,” demikian bunyi pemberitahuan yang dikirim secara acak oleh WeChat ke sejumlah pengguna layanannya di India akhir pekan lalu, dikutip laman South China Morning Post pada Senin (27/7).

Dalam keterangannya, WeChat menyatakan bahwa keamanan data serta privasi para pengguna merupakan hal terpenting. “Kami menghargai setiap pengguna kami dan keamanan data serta privasi adalah yang paling penting bagi kami. Kami bekerja sama dengan otoritas terkait dan berharap dapat melanjutkan layanan di masa mendatang,” katanya.

Tencent Holdings selaku pihak yang mengelola WeChat belum memberikan komentar atau pernyataan terkait penghentian operasi atau layanan di India. Pada akhir Juni lalu, Pemerintah India memutuskan memblokir 59 aplikasi yang terhubung ke China. Puluhan aplikasi itu dianggap menimbulkan ancaman bagi keamanan dan kedaulatan negara tersebut.

TikTok, UC Browser, WeChat, dan SHAREiT termasuk dalam aplikasi yang diblokir. Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi India mengungkapkan pihaknya telah menerima banyak keluhan dari berbagai sumber, termasuk beberapa laporan tentang penyalahgunaan sejumlah aplikasi seluler yang tersedia di platform Android dan iOS.

Contoh penyalahgunaan itu adalah pencurian data pengguna. Data tersebut kemudian ditransmisikan secara ilegal ke server di luar India. Tindakan itu dianggap membahayakan keamanan dan pertahanan nasional India.

“Mengingat sifat ancaman yang muncul, (Kementerian Teknologi Informasi) telah memutuskan memblokir 59 aplikasi karena mengingat informasi yang tersedia, mereka terlibat dalam kegiatan yang merugikan kedaulatan dan integritas India, pertahanan India, keamanan negara, dan ketertiban umum,” kata Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi India dalam keterangannya pada 29 Juni lalu.



Sumber Berita

Klik untuk komentar

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top