Dunia

Australia, Singapura Ciptakan Gerbang Karantina

Kesepakatan dengan Australia dengan Singapura itu memungkinkan para penumpang dalam perjalanan ke Australia memenuhi aturan biosekuriti yang ketat sebelum tiba di negara kanguru itu.

Para menteri berharap proposal dengan kota di Asia Tenggara itu akan membantu sekitar 40.000 warga Australia yang terdampar di luar negeri untuk kembali ke negara mereka, meningkatkan pariwisata dan menghidupkan kembali pasar bernilai miliaran dolar untuk mahasiswa internasional di universitas-universitas Australia, yang telah terdampak parah oleh penutupan perbatasan.

Sudah setahun sejak Canberra, ibu kota Australia, melarang sebagian besar wisatawan asing dalam upaya mencegah perebakan COVID-19. Larangan itu baru-baru ini diperpanjang setidaknya sampai Juni.

Wakil Perdana Menteri Australia, Michael McCormack mengatakan pemerintah sedang bersiap untuk memulai kembali perjalanan internasional.

“Kami juga memastikan bahwa pesawat akan siap. Kami tidak bisa begitu saja menerbangkan pesawat dari hanggar dan membawanya kembali ke rute internasional. Kami sedang bekerja dengan Singapura saat ini yang berpotensi terlaksana pada bulan Juli, dan ini adalah tanda-tanda positif. Ketika vaksin diluncurkan, tidak hanya di Australia tetapi juga di negara-negara lain, maka kami akan membuka lebih banyak penerbangan lagi,” kata Michael McCormack.

Berdasarkan rencana itu, warga Australia akan diizinkan terbang ke Singapura tanpa persetujuan pemerintah, asalkan mereka telah divaksinasi COVID-19. Selain itu, warga Singapura yang telah divaksinasi diizinkan untuk melakukan perjalanan ke Australia tanpa harus menjalani karantina di hotel selama dua minggu.

Australia memberi para pelancong dari Selandia Baru aturan yang sama, tetapi pihak berwenang di Wellington belum membalas untuk mengizinkan masuknya warga Australia.

Warga negara Australia diizinkan pulang dari luar negeri, tetapi mereka menghadapi aturan wajib karantina. Ribuan orang terlantar karena keterbatasan kapasitas di hotel-hotel yang aman.

Australia mencatat lebih dari 29.000 penularan COVID-19 sejak pandemi dimulai. Menurut Departemen Kesehatan Australia, 909 orang meninggal.

Ada empat bagian penting dalam strategi virus corona negara yaitu, pembatasan perjalanan internasional, penutupan wilayah yang ketat, pelacakan kontak yang canggih, dan pengujian massal.

Program vaksinasi nasional Australia dimulai bulan lalu. [ps/lt]



Sumber Berita

Klik untuk komentar

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top