Politik

BPIP Kecam Kepala Daerah yang Politisasi Bansos |BCC Indonesia

Bansos seharusnya tulus tanpa ada niat lain yang tersembunyi, termasuk dipolitisasi

BBCINDO.COM, JAKARTA — Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengecam politisasi bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat yang terdampak covid 19, khususnya di daerah yang akan menggelar pemilihan kepala daerah serentak tahun ini. Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo menegaskan bahwa bantuan seharusnya meringankan beban masyarakat yang terdampak covid 19.

“Bantuan untuk meringan beban bagi saudara kita yang terkena dampak covid-19 lahir rasa kemanusian dan ketulusan bukan bantuan demi kepentingan politik,” tegas Benny dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/5).

Ia menuturkan politisasi bantuan sosial berlawanan dengan suara hati kemanusiaan yang seharusnya tulus tanpa ada niat lain yang tersembunyi. Ia berharap agar rasa kemanusiaan yang adil dan beradab dikedepankan dalam solidaritas kemanusiaan.

“Wajah Tuhan ditemukan bagi mereka yang berbagi dan membantu yang kekurangan. Melakukan karya kemanusiaan merupakan panggilan nurani,” ujarnya.

Sebelumnya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menduga terdapat politisasi pembagian bansos terkait Covid-19 oleh pejawat kepala daerah di 23 kabupaten/kota pada 11 provinsi menjelang Pilkada 2020. Salah satu modus yang digunakan adalah menempelkan gambar kepala daerah dalam kemasan bansos.

“- lain Kota Bengkulu, Indragiri Hilir, Pelalawan, Ogan Ilir, Lampung Timur, Pesawaran, Bandar Lampung, Way Kanan, Lampung Selatan, Pandeglang, Pangandaran, Sumenep, Jember,” ujar anggota Bawaslu RI, Ratna Dewi Pettalolo, kepada Republika, Rabu (13/5)

Dewi menilai tindakan kepala daerah tersebut tidak etis karena kegiatan kemanusiaan justru dimanfaatkan untuk kepentingan kontestasi Pilkada 2020. Seharusnya kepala daerah memastikan penyaluran bansos tepat sasaran untuk masyarakat yang berhak dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Ini tidak dibenarkan. Harusnya dalam membantu dengan atau atas nama kemanusiaan jangan sampai ada embel-embel terselubung di dalamnya,” kata Dewi yang juga Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu.



Sumber Berita

Klik untuk komentar

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top