Hukum

Enam Perawat dan Dua Bidan Lulus Seleksi Bintara Polri |BCC Indonesia

Dalam seleksi bintara polri, Polda Jabar hanya mendapat kuota delapan calon siswa.

BBCINDO.COM, BANDUNG — Taufiq Ilham Ramdani tak kuasa menahan tangis saat namanya dinyatakan lulus seleksi dalam ‘Sidang Terbuka Penetaan Kelulusan Akhir Penerimaan Bakomsus Perawat dan Bidan Polri tahun 2020 Panda Polda Jabar’. Sidang yang digelar Kamis (30/4) di Aula Moeryono, Mapolda Jabar tersebut berlangsung terbuka dan dihadiri seluruh orangtua peserta seleksi.

‘’Alhanmdulillah ini berkah Ramadhan bagi saya,’’ kata pemuda lulusan Akademi Perawat (Akper) di Kabupaten Cianjur ini.

Setelah dinyatakan lulus dan mendapat rangking pertama, pemuda berperawakan kurus dengan kulit sawo matang ini  langsung memeluk ibunya yang berada di ruangan tersebut. Pemuda yang masih tercatat sebagai tenaga medis RS Mulya Bogor ini tak kuasa menahan tangis dipelukan sang ibu. Ibu dan anak ini pun larut dalam kebahagiaan.

‘’Ibu yang selalu mendoakan setiap saya berangkat  ke Bandung untuk mengikuti seleksi. Ini hadiah untuk ibu saya,’’ kata kedua dari tiga bersaudara ini.

Sang ibu, Ny Ilis Rumanah (55 tahun) terus mendekap buah hatinya tersebut sebagai bentuk kebanggaannya terhadap sang anak. Menurut Ny Ilis yang sehari-hari berjualan di pasar ini, sejak lulus dari Akper Cianjur tahun lalu sang anak memilih langsung bekerja sesuai bidangnya sebagai perawat  di RS Mulya. ‘’Dia baru bercitacita menjadi polisi saat ada pengumuman lewat internet. Dia daftarnya juga lewat internet,’’ ujar dia.

Sebagai orangtua, Ny Ilis hanya bisa mendoakan sang anak bisa meraih cita citanya. Ia mengaku, tak memiliki kenalan apalagi koneksi di lingkungan Polri. Yang ia tahu sejak enam bulan terakhir sang anak tekun mempersiakan diri seperti latihan fisik dan lain sebagainya.

‘’Dia hanya minta didoakan saja setia kali akan berangkat test ke Bandung,’’ tutur peremuan paruh baya ini.

Taufiq merupakan satu dari delapan peserta yang dinyatakan lulus seleksi. Selama hampir satu bulan penuh ia bersaing dengan 118 pendaftar lainnya.

Setelah melalui beberapa tahapan, panitia seleksi akhirnya menetakan delapan orang peserta yang berhasil meraih nilai tertinggi dan dinyatakan lulus . Mereka terdiri dari empat orang  dengan kompetensi perawat laki laki, dua orang perawat peremuan, dan dua orang perempuan dengan kompetensi bidan.

Ke delapan peserta yang lulus dengan kompetensi perawat  yaitu Taufik Ilham Ramdani , Achmad Ramlan , Jaka Kholil Muhammad , Sutanzah , Ade Anjani , Yoelanda Dwi Putri . Sedangkan untuk bidan yaitu, Alis Silvia dan Herlina. Usai sidang terbuka panitia memberi kesematan kepada peserta seleksi dan orangtua untuk menyamaikan  komplain jika dinilai ada yang kurang jelas atas hasil tersebut. Namun tak satupun eserta dan orangtua menyamaikan keberatan atau komplain.

Ketua Panitia Panitia Daerah Polda Jabar, Kombes Pol Drs Solichin, SH, mengatakan, seleksi penerimaan tahun ini sangat berbeda karena di tengah wabah corona. Sejak awal seleksi, kata dia, panitia dan peserta menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak dan menggunakan masker.

‘’Dalam keterbatasan tersebut kita tetap berusaha mewujudkan prinsif Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH),’’ kata Solichin yang juga menjabat Kepala Biro SDM Polda Jabar.

Untuk tahun ini, kata Solichin, Polda Jabar hanya mendapatkan kuota delapan  calon siswa. Mereka terdiri dari empat perawat laki laki, dua perawat perempuan, dan dua bidan.  Mereka, kata dia, akan menjalani masa pendidikan ada tanggal 1 Juni mendatang.

‘’Karena masih wabah corona, masa pendidikan diundur mulai tanggal 1 Juni. Jika mereka melakukan pelanggaran dalam bentuk apapun akan dibatalkan kelulusannya. Karena itu mereka harus menjaga sikap dan perilaku,’’ tutur dia.  



Sumber Berita

Klik untuk komentar

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top