Hukum

Ibu Bunuh Anak, Menteri PPPA Singgung Beratnya Beban Mental Ibu |BCC Indonesia

Hukum harus tetap ditegakkan walaupun pelaku adalah ibu kandung dari korban.

BBCINDO.COM, JAKARTA — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga menyampaikan keprihatinan atas kasus kekerasan fisik terhadap anak di bawah umur di Brebes, Jawa Tengah. Kekerasan ini diduga dilakukan oleh ibu kandung hingga salah satu di – anaknya meninggal dunia dan dua lainnya terluka, bahkan sempat kritis.

Bintang mengatakan, sejak kasus itu terungkap, Tim SAPA KemenPPPA segera melakukan koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AKB) dan SPT PPA Provinsi Jawa Tengah. “Kami terus memantau dan menindaklanjuti kasus yang sangat mengundang keprihatinan tinggi ini. Kami pun akan memastikan korban mendapatkan layanan yang diperlukan dan mengawal proses hukumnya. Apresiasi kami sampaikan kepada semua pihak yang telah merespons cepat dan cepat tanggap menangani kasus ini,” kata Bintang dalam keterangan pers, Senin (21/3/2022).

Bintang mengatakan, peristiwa ini menjadi pembelajaran urgensi kesehatan mental seorang ibu. Sebab, ibu terkadang memiliki beban ganda yang berat bagi mentalnya.

“Pelaku diketahui tertekan dengan keterbatasan finansial, berdampak pada tingkat stres yang akhirnya dilampiaskan kepada anak-anak korban,” ujar Bintang.

Bintang mengatakan, hukum harus tetap ditegakkan walaupun pelaku adalah ibu kandung dari korban. Saat ini pelaku berinisial KU (40 tahun) sudah ditangkap kepolisian. Sedangkan dua anaknya yang sempat kritis sedang dirawat di rumah sakit.

“Kasus ini sebaiknya diselesaikan dengan pendekatan yuridis sosiologis yang mengedepankan pemahaman terhadap kondisi yang ada di lapangan untuk menemukan fakta-fakta yang menjadi latar belakang mengapa hal ini terjadi,” kata dia.

Kekerasan fisik menimpa tiga anak di Brebes, Jawa Tengah, yaitu AR (7 tahun) meninggal dunia, KS (10) luka-luka, dan EM (5) luka-luka. Kekerasan diduga terjadi di tempat tinggal mereka di Sokawera, Tonjong, Brebes, Jateng, ketika bibi korban mendengar ada teriakan dari dalam kamar yang ditempati oleh terduga pelaku bersama ketiga anaknya.

Peristiwa terjadi pada Ahad, 20 Maret 2022, sekitar pukul 04.30 WIB ketika mendengar teriakan, saksi berusaha membuka pintu kamar, tetapi pintu dalam keadaan terkunci dari dalam kemudian saksi berteriak minta tolong. Selanjutnya, datang saksi lain membantu untuk membuka paksa pintu kamar dengan cara didobrak menggunakan palu.

Pada saat pintu terbuka, saksi 1 dan saksi 2 melihat di dalam kamar, anak kedua dari terduga pelaku diduga sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan luka di leher dan anak pertama serta ketiga dari terduga pelaku dalam keadaan terluka parah. Korban luka-luka dibawa ke RSU Siti Aminah Bumiayu guna mendapatkan perawatan. Karena sempat kritis, kemudian dirujuk ke RSUD Margono Soekarjo di Purwokerto.

Saat ini, pelaku sudah ditahan, namun pada saat BAP belum bisa memberi keterangan dengan jelas. Pelaku dibawa ke rumah sakit Susilo Slawi guna dilakukan observasi kejiwaan.



Sumber Berita

Klik untuk komentar

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top