Dunia

Jepang Cabut Status Darurat untuk Tokyo

PM Jepang Shinzo Abe telah mencabut situasi darurat bagi Tokyo dan empat prefektur tetangganya yang diberlakukan bulan lalu pada puncak wabah virus corona. Langkah ini mengakhiri pembatasan nasional sementara bisnis mulai membuka kembali aktivitas mereka.

Perdana menteri mengumumkan langkah itu hari Senin (25/5) dalam pidato yang ditayangkan televisi, beberapa jam setelah satu panel khusus virus corona menyetujui rencana untuk mencabut status darurat ibu kota Jepang dan daerah-daerah sekitarnya itu. Keputusan itu diambil setelah jumlah kasus baru cenderung menurun.

Perdana menteri pada mulanya menyatakan situasi darurat 30 hari pada 7 April bagi Tokyo dan enam prefektur, termasuk kota pelabuhan di Jepang Tengah, Osaka, sewaktu jumlah kasus Covid-19 mulai meningkat. PM Abe memperluas status tersebut ke seluruh negeri hanya beberapa hari sebelum status itu akan berakhir, dan kemudian secara bertahap mencabutnya sewaktu wabah tampak mulai reda. Dekrit situasi darurat seharusnya berakhir pada 31 Mei.

Penetapan status darurat itu tidak menyebut-nyebut tentang pemberlakuan lockdown nasional yang mengikat secara hukum, karena konstitusi Jepang pasca-Perang Dunia II, yang sangat mendukung kebebasan sipil.

Jepang sekarang ini memiliki lebih dari 16.500 kasus Covid-19 terkonfirmasi dengan 820 kematian, angka yang relatif rendah dibandingkan dengan di negara-negara lain. Abe, Senin (25/5) mengatakan bahwa keberhasilan negara itu menanggulangi virus corona dalam waktu yang cukup pendek memperlihatkan kekuatan “model Jepang.”

Namun wabah tersebut telah mendorong ekonomi Jepang memasuki resesi dan memaksa ditundanya Pesta Olahraga Olimpiade Musim Panas Tokyo selama satu tahun. Tingkat dukungan terhadap kinerja Abe juga merosot ke tingkat terendah karena ia tampak lambat menanggapi pandemi.

Juga Senin, liga bisbol profesional Jepang mengumumkan bahwa musim pertandingan baru akan dimulai pada 19 Juni setelah ditunda selama hampir tiga bulan karena wabah virus corona. Komisioner Atsushi Saito mengatakan tidak akan ada fans yang diizinkan memasuki stadion sewaktu liga memulai pertandingan. Inilah liga olahraga profesional besar pertama di Jepang yang kembali menggelar pertandingan sejak dimulainya pandemi. [uh/ab]



Sumber Berita

Klik untuk komentar

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top