Hukum

Mahfud MD Si ‘Ahli Mudik’ Kala Pandemi Covid-19  |BCC Indonesia

Mahfud harus menahan kebiasaan mudik untuk turut menghentikan penyebaran Covid-19.

BBCINDO.COM, JAKARTA — Kegemaran melakukan mudik membuat Mahfud MD dijuluki sebagai ahli mudik oleh kawan-kawannya. Mahfud mengaku ia memang tidak pernah absen kembali ke kampung halaman untuk bertemu dengan sanak famili. 

“Setiap tahun saya selalu mudik kalau Idul Fitri. Tidak pernah absen. Kadang kala nyopir sendiri juga karena di situ keasyikannya,” kata pria yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Republik Indonesia itu kepada Republika, Selasa (19/5) lalu.

Namun kini, Mahfud harus menahan kebiasaannya tersebut untuk turut serta menghentikan penyebaran Covid-19. Situasi pandemi Covid-19 membuat Mahfud harus rela tidak berlebaran dan berhalal bihalal dengan keluarganya di Madura serta kehilangan kesempatan untuk bernostalgia di hari raya Idul Fitri.

“Sekarang saya harus menahan diri untuk tidak mudik dan saya berharap juga orang lain, untuk kebersamaan kita dalam rangka menghadapi Covid-19, tidak mudik,” tutur mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu.

Beberapa hari setelah wawancara tersebut, sebagai Menko Polhukam ia mengajak seluruh pihak untuk melaksanakan shalat id di rumah karena melihat situasi pandemi Covid-19. Ia juga mengajak semua pihak untuk berhalal bihalal di rumah saja dengan jumlah orang yang terbatas atau bila perlu melakukannya secara virtual saja.

“Dalam suasana pandemi Covid-19 ini, mari kita laksanakan sholat id dan berhalal-bihalal di rumah dengan jumlah orang yang terbatas,” ujar Mahfud melalui video singkatnya, Jumat (22/5).

Ia menyampaikan, anjuran melakukan shalat di rumah dilakukan bukan hanya di Indonesia. Masjid suci yang ada di Mekkah dan Madinah, Arab Saudi, yakni Masjidil Haram dan Masjid Nabawi pun ditutup demi menyelamatkan kaum muslimin dari penularan virus Covid-19.

“Saya memgajak kita semua mari sholat id di rumah dengan khusyuk, sesudah itu juga halal bihalal tidak harus berkerumun tetapi juga bisa melalui virtual. Atau kalau harus terpaksa bertemu dengan keluarga inti saja dengan membatasi waktu dan tetap jaga jarak,” jelasnya. 



Sumber Berita

Klik untuk komentar

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top