Politik

Mundurnya Hanafi Dinilai Percepat Berdirinya Partai Baru |BCC Indonesia

Hanafi Rais telah mengajukan pengunduran diri dari kepengurusan DPP PAN.

BBCINDO.COM, JAKARTA — Salah satu pendiri PAN Putra Jaya Husin mengakui mundurnya Hanafi Rais dari kepengurusan PAN semakin mendorong berdirinya partai baru. Bahkan, mundurnya Hanafi diyakini mempercepat berdirinya partai baru.

“Kemunduran Hanafi ini mempengaruhi percepatan pembentukan partai baru. Jadi jangan dibalik, bukan Hanafi itu bersikap karena ingin membuat partai baru, sikap Hanafi inilah yang mendorong keras kami berpikir untuk mendirikan partai baru,” kata Putra Jaya saat dihubungi, Rabu (6/5).

Putra Jaya menyebut, Hanafi rela melepaskan jabatannya sebagai Anggota DPR RI dengan suara tinggi di PAN, Ketua Fraksi PAN, dan Waketum PAN. Dengan kejadian tersebut, Putra Jaya meyakini ada sesuatu yang salah.

“Pasti ada something wrong. Pasti ada masalah besar, kalau hanya masalah kecil mana mungkin Hanafi keluar, artinya ada yang sangat prinsip yang membuat dia melepaskan semua jabatannya itu,” ujar dia.

Putra Jaya pun menyebut, banyak kader PAN kerap bersedih saat membahas mundurnya Hanafi yang telah menjabat satu periode di DPR RI ditambah delapan bulan periode kedua. Bahkan, kata dia, sejumlah kader ada yang sudah menyatakan siap mundur seperti Hanafi.

“Sebetulnya sebulan dua bulan lalu jg ada beberapa orang yg mau mundur, tapi kami larang karena ada amanah rakyat di situ, perjuangkan dulu, bertahan dulu. Kita lihat Pak Zul ini siapa tahu Allah memberikan hidayah kemudian bisa bersikap lebih baik tapi nyatanya tidak seperti yang kita harapkan,” ujar dia.

Lebih lanjut, Putra Jaya menilai, munculnya rencana pembuatan partai baru harusnya bisa dipahami. Sebab, kata dia, para pengurus PAN saat ini disebut telah melenceng dari tujuan didirikannya PAN oleh Amien Rais bertahun silam.

“Kemudian seolah olah mereka paham betul bahwa partai ini dipakai untuk apa tujuan apa padahal mereka enggak ngerti. Saya yakin 95 persen kalau ditanya apa sih tujuan partai ini didirikan, tidak bisa jawab mereka,” ujar dia.

“Kalau pun nanti kalau saja keptusannya adalah membuat partai baru, kami lakukan itu dengan persaan yg sangat sedih karena ahrus meninggalkan rumah yg kita dirikan dulu. kemudian membangun rumah baru. Tapi kalau ga punya harapan, bagaimana,” kata dia menambahkan.

Seperti diketahui, kemelut PAN usai Kongres yang diwarnai kerusuhan di Kendari beberapa waktu lalu belum usai. Usai Kongres memenangkan Zulkifli Hasan dari Mulfachri Harahap yang diusung Amien Rais, nada ketidakpuasan terus bermunculan. Wacana pemebentukan partai baru muncul dan disusun mundurnya Hanafi Rais.

Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi mengatakan bahwa DPP PAN belum menerima surat pengunduran diri dari Hanafi.

“Sampai hari ini tidak ada surat pengunduran diri mas Hanafi yang masuk ke sekretariat DPP PAN,” jawab singkat Viva lewat pesan singkat, Selasa (5/5).

Diketahui, pengunduran diri Hanafi itu tertera dalam surat pengunduran diri tertanggal 5 Mei 2020. Surat tersebut ditandatangani olehnya langsung di atas materai.

“Bersama surat ini, saya menyatakan mengundurkan diri dari kepengurusan DPP PAN 2020-2025, dari Ketua Fraksi PAN DPR RI, dan dari anggota DPR RI Fraksi PAN 2019-2024,” ujar Hanafi lewat surat pengunduran dirinya, Selasa (5/5).

Dalam surat tersebut, Hanafi menjelaskan bahwa PAN telah melewati Kongres V yang penuh kekerasan dan mencoreng wajah partai. Padahal, forum lima tahunan tersebut seharusnya menjadi momentum untuk memperbaiki partai.

“Saya menilai PAN melewatkan momentum di atas untuk memperbaiki diri lebih bijaksana dalam berorganisasi dan bersikap,” ujar Hanafi.



Sumber Berita

Klik untuk komentar

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top