Ekonomi

Perbaiki Keuangan Perusahaan, 6 BUMN Karya Bentuk PMO |BCC Indonesia

Kehadiran PMO dapat mendorong manajemen perusahaan yang lebih baik.

BBCINDO.COM, JAKARTA — Wakil Direktur Utama (Wadirut) PT Hutama Karya (Persero) atau HK Aloysius Kiik Ro mengatakan Kementerian BUMN memiliki inisasi membentuk project management office (PMO) berisikan HK, Waskita Karya, Adhi Karya, PT PP, Wijaya Karya, dan Brantas Abipraya. Aloy menyebut pembentukan PMO bertujuan untuk memperbaiki kesehatan BUMN karya.


Aloy menilai persoalan kondisi keuangan yang saat ini dialami BUMN-BUMN karya tak lepas dari langkah keputusan agresif yang berlebihan di masa lalu.


“Percepatan perbaikan kesehatan keuangan BUMN karya melalui inisiasi Kementerian BUMN yang melibatkan jajaran direksi dari 6 BUMN karya dalam PMO. Diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi nilai ekonomi dan nilai sosial,” ujar Aloy saat webinar bertajuk ‘Mengukur Infrastruktur’ pada Jumat (16/4).


Aloy menyampaikan strategi perbaikan kesehatan keuangan BUMN karya juga bagian dalam mendukung agenda pemerintah untuk mencapai pertumbuhan infrastruktur. Kata Aloy, enam BUMN tersebut sejatinya telah sepakat membentuk langkah perbaikan sejak Maret 2020 untuk mendukung agenda pengembangan infrastruktur.


“Maka kita bentuk sub-sub PMO, selama ini kita gontok-gontokan di domestik, (perusahaan) asing masuk sini dan menguasai pasar, contoh migas dan powerplant itu dominasi EPC luar,” ucap Aloy. 


Aloy menilai BUMN karya juga harus memiliki keahlian yang mumpuni serta finansial yang kuat agar mampu menjadi pemenang. PMO, kata Aloy, ingin mengimplementasikan keahlian masing-masing BUMN.


“Kita enam BUMN sepakat, siapa yang ahli terowongan, pengairan, atau jembatan, bekerja sama dengan Kementerian BUMN dan PUPR, kita rekrut para ahli,” ungkap Aloy.


Direktur Utama HK Budi Harto meyakini kehadiran PMO dapat mendorong sistem manajemen perusahaan yang lebih baik dan mampu meminimalisir risiko. Budi mengatakan HK saat ini memiliki tugas cukup besar dalam membangun Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang ditargetkan rampung pada 2024. Budi menyampaikan JTTS nantinya akan menurunkan biaya logistik hingga 24 persen, efisiensi waktu tempuh, dan menumbuhkan pusat perekonomian baru.


“Upaya memajukan perekonomian di Sumatera perlu dibangun konektivitas yang baik,” kata Budi.



Sumber Berita

Klik untuk komentar

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top