Ekonomi

Presiden IIBF: Krisis Ekonomi di Indonesia Hanya Soal Waktu |BCC Indonesia

Corona dinilai mempercepat terjadinya kemungkinan krisis di Indonesia.

BBCINDO.COM, JAKARTA — Happy Trenggono, President of Indonesian Islamic Business Forum mengatakan kemungkinan Indonesia masuk dalam krisis ekonomi jauh sebelum adanya wabah virus corona. Bahkan beberapa bulan sebelum wabah corona, IIBF telah membentuk satgas khusus untuk membantu para pengusaha jika terjadi krisis ekonomi di Indonesia.

“Artinya apa? Krisis ekonomi bagi Indonesia hanya persoalan waktu saja, hari ini corona datang menjadi faktor percepatan kemungkinan itu,” kata Happy dalam pesan tertulisnya kepada BBCINDO.COM.

Bahkan menurut Happy, bagi sebagian orang krisis ekonomi itu sudah terjadi hari ini. Contohnya adalah rupiah yang terjun bebas, lonjakan harga barang, menghilangnya pasokan, kebutuhan pokok mulai sulit dipenuhi. “Itu bentuk bentuk krisis yang bisa kita lihat,” kata dia.

Banyak yang bertanya kepadanya apakah apakah wabah virus corona akan memicu krisis ekonomi, dan mengapa pemerintah pemerintah dinilai banyak pihak penuh keragu-raguan dalam mengatasi corona, apakah karena kuatir ekonomi terganggu? Happy menjelaskan, IIBF telah membahas kemungkinan Indonesia masuk dalam

“Jadi sekarang bagaimana? Ya inilah kenyataan yang harus kita hadapi, mengeluh tidak akan menyelesaikan persoalan,” kata dia.

Namun tidak semua orang mengalami hal sama, ada juga pengusaha yang justru dapat berkah dari krisis. “Bersyukurlah, karena bagi sebagian besar pengusaha pilihannya  hanya dua, win or die!”

Ia berpendapat ada empat faktor yang menentukan apakah Indonesi akan menang atau kita akan terkapar menghadapi krisis ini. Faktor pertama adalah kepemimpinan.

“Ketahuilah semua dimulai dari sini. Kita harus memahami bahwa krisis ini bukan aib, ini kenyataan yang harus kita hadapi, nggak usah malu, temannya banyak,” ucap dia.

Menurutnya perlu disiapkan mindset yang tepat. Mindset yang tepat ukurannya adalah kesiapan mental menghadapi kenyataan dan kemampuan untuk bertindak dengan tegas. “Kunci memenangkan krisis letaknya bukan pada sumber daya yang dimiliki, tetapi pada leadership,” ucap dia.

Memimpin di saat semuanya baik-baik saja, kata Happy, bisa dilakukan oleh banyak orang. Namun kepemimpinan sejati dilihat pada saat ini, di saat menghadapi krisis.

“Krisis menguji kepemimpinan. Mahatir memimpin Malaysia menjadi satu satunya negara yang paling cepat pulih dari krisis 1998 justru karena menolak bantuan IMF. That is leadership.”

Poin kedua adalah strategi dan management. Karena isu paling sentral dalam melewati krisis adalah persoalan keuangan, persoalan liquiditas, persoalan cashflow. “Prioritasnya adalah bagaimana agar Anda tidak kehabisan nafas, agar tetap bisa memenuhi kebutuhan minimum, agar situasi tidak berkembang menjadi chaos.”

“Maka yang diperlukan adalah contingency plan, extra ordinary action, bukan sekedar langkah langkah normal. Pikirkan hal itu, dan lakukan dengan cepat. Lakukan mitigasi risiko. Saya akan bahas lebih mendetail tentang hal ini dalam kesempatan berikutnya.”



Sumber Berita

Klik untuk komentar

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top