Redaksi

Silang Sengkarut Perdagangan Timah Indonesia

Jakarta– Melalui keputusan yang sangat sahih, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia: PERMENDAG RI No. 78/M-DAG/PER/12/2012 pada tanggal 14 Desember 2012 dan diperkuat oleh SK BAPPEBTI dengan nomor 08/BAPPEBTI/KEP-PBK/08/2013 tentang penetapan bursa berjangka sebagai penyelenggara Bursa Timah kepada PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) pada tanggal 19 Agustus 2013, BKDI adalah satu-satunya Bursa Timah di Indonesia.

Artinya, tidak sahih bila ada bursa lain yang melakukan hal yang sama, seperti JFX misalnya. Soalnya, di negara mana pun, tak ada yang memperdagangkan komoditas yang sama di dua bursa. Sebagai contoh perdagangan timah di Inggris, hanya diperdagangkan di bursa London Metal Exchanger (LME) dan di Malaysia, hanya diperdagangkan di Kuala Lumpur Tin Market (KLTM).

Kondisi saat ini menggambarkan bahwa beroperasinya dua bursa dapat berpengaruh signifikan terhadap harga. Indonesia, sebagai acuan harga timah dunia tidak bisa terwujud dan dapat melemahkan pengawasan terhadap tata niaga perdagangan timah Indonesia.

Jika dibiarkan berlarut-larut, maka pemanfaatan sumber daya alam yang tidak terbarukan ini menjadi kurang maksimal. Sehingga Pemerintah harus bertindak cepat untuk mengatasi kondisi ini.

Mestinya, Menteri Perdagangan kini tidak memperparah kondisi ini dengan memerintahkan Bappebti mengijinkan JFX untuk dapat memperdagangkan timah selain di ICDX pada akhir tahun 2019. Akibat yang timbul dan menyedihkan kita sebagai warga bangsa bila adanya dua bursa ini adalah, disrupsi acuan harga timah dan memperburuk harga timah!

Silang Sengkarut Perdagangan Timah Indonesia
Klik untuk komentar

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top