Hukum

Tersangka Hakim Itong Diduga Terima Suap di Tiap Persidangan |BCC Indonesia

Hakim Itong merupakan tersangka suap pengurusan perkara di PN Surabaya

BBCINDO.COM, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga tersangka hakim Itong Isnaini Hidayat (IIH) menerima suap di setiap persidangan yang dia pimpin. Hakim Itong merupakan tersangka suap pengurusan perkara di PN Surabaya, Jawa Timur.

Hal tersebut dikonfirmasi tim penyidik KPK saat memeriksa enam orang saksi terkait kasus suap tersebut. Pemeriksaan dilakukan di Ditreksrimsus Polda Jawa Timur pada Selasa (8/3/2022) lalu. Keterangan mereka diperlukan guna melengkapi berkas perkara para tersangka dalam kasus ini.

“Seluruh saksi didalami pengetahuannya – lain terkait dengan dugaan aliran sejumlah uang untuk setiap penanganan perkara yang sidangnya dipimpin oleh tersangka IIH,” kata Plt Juru Bicara KPK bidang Penindakan, Ali Fikri di Jakarta, Rabu (9/3).

Adapun, keenam saksi yang diperiksa yakni tiga orang pengacara yaitu Darmaji, Dodik Wahyono dan Rachmat Harjono Tengadi. Kemudian Panitera Pengadilan Negeri Surabaya Kelas IA Khusus, R Joko Purnomo ditambah dua pihak swasta yaitu Made Sri Manggalawati dan Ahmad.

Dalam perkara ini, KPK juga menetapkan Panitera Pengganti, Hamdan (HD) dan Pengacara dan Kuasa dari PT Soyu Giri Primedika (SGP) Hendro Kasiono (HK) sebagai tersangka. Status tersebut diberikan kepada ketiganya setelah ditangkap tangan dan diperiksa KPK.

Adapun, tim satuan tugas KPK mengamankan Rp 140 juta dalam operasi senyap tersebut. KPK mengatakan kalau uang tersebut merupakan tanda jadi awal agar Itong memenuhi keinginan Hendro terkait permohonan PT Soyu Giri Primedika.

Dana suap tersebut diberikan agar pengadilan mengeluarkan putusan untuk membubarkan PT Soyu Giri Primedika dengan nilai aset yang bisa dibagi sejumlah Rp 50 miliar. Hakim Itong kemudian bersedia dengan adanya imbalan sejumlah uang.

Tersangka Hendro kemudian menyiapkan Rp 1,3 miliar untuk mengurus perkara tersebut hingga ke tingkat Mahkamah Agung (MA). Hendro selanjutnya, menemui Hamdan selaku panitera pengganti untuk meminta Hakim yang menangani perkaranya bisa memutus sesuai dengan keinginan tersangka.



Sumber Berita

Terpopuler

To Top