Dunia

Tes Antibodi di India Hasilnya Bertentangan dengan Swab |BCC Indonesia

India tangguhkan pengujian antibodi lantaran hasilnya bertentangan dengan tes swab.

BBCINDO.COM, NEW DELHI — India pada Rabu telah memerintahkan penangguhan pengujian antibodi virus corona setelah muncul kekhawatiran akan keakuratannya. Para pejabat kesehatan mengatakan, hal itu memperumit perang melawan Covid-19 saat jumlah kasusnya mendekati 20 ribu.

India tertinggal dibandingkan sejumlah negara dalam pelaksanaan tes swab standar untuk menentukan keberadaan virus corona baru. Keterbatasan peralatan pengujian dan alat pelindung untuk pekerja medis menjadi kendalanya.

Awal bulan ini, otoritas kesehatan menyetujui tes darah untuk antibodi virus corona sebagai cara yang lebih cepat untuk meningkatkan upaya pengujian. India memesan lebih dari setengah miliar alat tes itu dari China.

Di lain sisi, Kepala Epidemiologi di Dewan Penelitian Medis India, Dr R Gangakhedkar, mengatakan bahwa ia telah meminta otoritas kesehatan untuk sementara waktu menghentikan tes antibodi karena hasil yang saling bertentangan. Ia menjelaskan, itu adalah tes generasi pertama yang dikembangkan hanya dalam tiga setengah bulan dan masih perlu perbaikan.

Menurut Gangakhedkar, variasinya hasil tes itu tidak dapat diabaikan. Ahli kesehatan federal pun telah dikirim untuk membantu pihak berwenang di negara bagian untuk memvalidasi peralatan.

“Kami telah menyarankan negara-negara bagian untuk tidak menggunakannya selama dua hari ke depan sampai kami mengeluarkan panduan,” katanya.

Tes antibodi tidak selalu mendeteksi infeksi yang berlangsung pada tahap awal, tetapi menunjukkan apakah seseorang memiliki virus di masa lalu, bahkan jika orang itu tidak memiliki gejala Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona. Sebagai perbandingan, tes swab, yang dikenal sebagai tes swab teknologi RT-PCR, menentukan apakah seseorang memiliki virus pada saat itu dengan mencarinya di lendir hidung atau tenggorokan.

Menteri kesehatan negara bagian barat Rajasthan mengatakan, dua tes dalam beberapa kasus menghasilkan hasil yang bertentangan. Itu meningkatkan keraguan pada akurasinya.

“Peralatan itu digunakan untuk menguji pasien yang sudah dites positif virus corona, tetapi alat tes cepat menunjukkan bahwa mereka negatif, yang menimbulkan pertanyaan tentang kredibilitas alat ini,” kata menteri negara itu, Raghu Sharma.

Kedua tes tersebut dipandang penting dalam upaya memerangi virus corona, tetapi tes antibodi adalah cara yang relatif murah dan cepat untuk menyortir populasi ke dalam kelompok risiko dan mengukur penyebaran virus. India telah mendeteksi 19.983 kasus virus corona, setelah peningkatan hampir 1.000 kasus dalam satu hari, menurut data pemerintah.

Ada 640 kematian, masih sejumlah kecil dibandingkan dengan jumlah korban di banyak negara lain. Tetapi, para pejabat mengatakan infeksi dapat meningkat setelah karantina nasional selama hampir enam pekan dicabut pada 3 Mei.

Kota-kota besar di Delhi dan Mumbai dan daerah-daerah yang bersebelahan telah menerima beban terbesar dari infeksi. Sementara itu, daerah pedesaan tidak terlalu terpengaruh.

sumber : -, Reuters



Sumber Berita

Klik untuk komentar

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top