Redaksi

Timah Indonesia: Dulu berjaya, Kini Lemah Tak Berdaya

Jakarta– Peran bursa adalah menyediakan fasilitas dan infrastruktur kepada anggota untuk melakukan transaksi komoditas unggulan dan menegakkan peraturan perundang-perundangan agar tercipta suatu pasar yang transparan, adil, cost effective dan teratur.

Selain itu juga menciptakan terjadinya pembentukan harga yang akuntabel dan kredibel, serta menjamin kepastian penyerahan barang kepada pembeli dan kepastian pembayaran kepada penjual. Sehingga miss persepsi bahwa bursa komoditi adalah monopoly tidaklah benar jika kita melihat apa itu bursa komiditi dan perannya sebagai bursa.

Saat ini, Indonesia tercatat sebagai eksportir timah batangan terbesar di dunia dengan volume sekitar 70.000 ton. Sekitar 82 % dari volume ekspor tersebut memenuhi kebutuhan dari seluruh dunia.

Padahal, deposit timah Indonesia hanya nomor dua setelah China. Sedangkan China meski memiliki sumber daya timah yang cukup besar, mereka tidak melakukan ekspor melainkan hanya dikonsumsi untuk kebutuhan industrinya di dalam negeri.

ICDX/BKDI sebagai bursa berjangka komoditi telah nyata berkontribusi bagi perekonomian nasional dengan berdirinya pasar fisik timah pada 30 Agustus 2013, lalu. Dengan adanya pasar fisik timah ICDX tersebut menjadikan Indonesia sebagai pasar dan sekaligus referensi harga timah baik di dalam negeri maupun di pasar dunia.

Pemerintah telah memberikan dukungan melalui Permen ESDM Nomor 7 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penetapan Harga Patokan Penjualan Mineral Logam dan Batu bara, yang menyebutkan bahwa besaran harga mineral logam acuan – HMA mengacu pada publikasi harga mineral logam yang dikeluarkan oleh ICDX/BKDI, untuk komoditi timah.

Artinya bakl sulit dan membingungkan jika ada bursa timah lain di Indonesia. Sejatinya pemerintah tak boleh mendua dan diharapkan mencabut izin adanya bursa timah lain selain BKDI. Diharapkan perdagangan timah yang dihasilkan dari sumber daya alam Indonesia bisa mencapai harga yang fair. Jadi tidak dikendalikan semata-mata oleh perdagangan dunia, tapi juga oleh kita sebagai produsen terbesar nomor 2 di dunia setelah China

Adanya satu bursa timah akan mempermudah pengawasan untuk menghindari adanya penyelundupan timah ilegal ke luar negeri, serta mengurangi semaksimal mungkin perdagangan ekspor ilegal. Tentunya BKDI bekerja sama dengan instansi lain untuk mencegah adanya ekspor hasil tambang ilegal sebagai salah satu bentuk upaya meningkatkan perekonomian nasional. (*)

Timah Indonesia: Dulu berjaya, Kini Lemah Tak Berdaya
Klik untuk komentar

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top