Dunia

Umat Islam Rayakan Idul Fitri dalam Situasi Memprihatinkan

Umat Islam di seluruh dunia merayakan Idul Fitri secara memprihatinkan karena banyak yang terperangkap dalam lockdown virus corona. Di beberapa tempat di mana pembatasannya dilonggarkan, umat tetap berkumpul meskipun ada kekhawatiran kasus perebakan akan melonjak.

Perayaan lebaran selama dua hari, yang menandai berakhirnya bulan Ramadan, biasanya dirayakan dengan salat di masjid, pesta keluarga, dan belanja pakaian baru dan kado.

Tetapi tahun ini, perayaan ini dibayang-bayangi oleh virus corona yang menyebar secara cepat, yang mengakibatkan pengetatan lockdown, setelah pelonggaran parsial selama Ramadan mengakibatkan kenaikan tajam kasus infeksi.

Ahmad Ibrahim seorang penduduk dari Arab Saudi mengatakan, “Idul Fitri tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, juga suasananya. Orang-orang tidak merasakan kegembiraan. Sekarang lebih sulit dibandingkan awal bulan suci, khususnya karena Idul Fitri biasanya ditandai dengan orang-orang saling berkunjung dan berkumpul.”

Suasana kegembiraan kali ini semakin redup di banyak negara, mulai dari Arab Saudi sampai ke Mesir, Turki, dan Suriah, yang telah melarang salat Idul Fitri secara berjamaah di masjid, acara puncak Idul Fitri, guna mencegah penyebaran virus corona.

Warga İstanbul, Turki merayakan akhir Ramadan secara sederhana dan tetap menjaga jarak aman.

Mohamad Abdul Fatah, yang bekerja di pasar mengatakan, “Kami tidak merasakan suasana Idul Fitri tahun ini, karena virus corona memaksa orang tinggal di rumah, dan pemerintah sepenuhnya mengendalikan situasinya sehingga orang tidak lagi merasakan kegembiraan pada hari Lebaran ini.”

Arab Saudi, yang merupakan dua tempat tersuci dalam Islam – Mekkah dan Madinah – memberlakukan larangan keluar rumah selama lima hari, 24 jam, mulai Sabtu lalu, setelah kasus infeksi corona naik empat kali lipat sejak awal Ramadan, dan mencapai 70 ribu kasus, atau yang tertinggi di kawasan Teluk.

Di masjid Al-Aqsa, Yerusalem, tempat tersuci lainnya dalam Islam, salat tidak diperbolehkan di dalam, meskipun tempat itu akan dibuka kembali setelah liburan Idul Fitri.

Beberapa Muslimah Palestina melakukan salat Idul Fitri di Masjid al-Aqsa, Yerusalem (24/5).

Beberapa Muslimah Palestina melakukan salat Idul Fitri di Masjid al-Aqsa, Yerusalem (24/5).

Warga Muslim di seluruh Asia, mulai dari Indonesia, Malaysia, sampai ke Pakistan dan Afghanistan, berbondong-bodng berbelanja menjelang hari Lebaran; tanpa menghiraukan peraturan virus corona dan juga usaha polisi yang berusaha membubarkan kerumunan orang banyak.

Di provinsi Aceh, yang konservatif, orang dalam jumlah besar salat berjamaah dan hanya sedikit yang mengenakan masker serta tidak menghiraukan aturan pembatasan sosial atau social distancing. Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh dipadati oleh umat.

Korban meninggal akibat Covid-19 di Timur Tengah dan Asia lebih rendah dibandingkan Eropa dan Amerika, tetapi terus meningkat, sehingga memicu kekhawatiran bahwa virus ini akan menyebabkan layanan kesehatan di negara-negara ini menjadi kewalahan. [jm/ii/em]



Sumber Berita

Klik untuk komentar

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top