Politik

Wapres Minta TIRBN Percepat Proses Reformasi Birokrasi |BCC Indonesia

Wapres minta TIRBN mencontoh negara yang berhasil lakukan reformasi birokrasi.

BBCINDO.COM, JAKARTA–Wakil Presiden Ma’ruf Amin mendorong Tim Independen Reformasi Birokrasi Nasional (TIRBN) mempercepat proses reformasi birokrasi di Indonesia. Hal ini agar berdampak pada pelayanan publik yang semakin baik.

Wapres menjelaskan, beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mempercepat proses tersebut, dengan menetapkan prioritas dan mempelajari proses reformasi birokrasi dari negara lain sudah berhasil. Ma’ruf mengatakan perlu mencontoh negara-negara dengan karakter serupa dengan Indonesia yang berhasil meningkatkan pelayanan publik.

“Kita ingin mencoba, mencari contoh negara lain yang sudah berhasil. Ada yang mengatakan Korea Selatan itu berhasil. Maka, seperti apa dan bagaimana kemungkinan Indonesia itu menerapkan pola-pola itu,” kata Ma’ruf saat teleconference dengan jajaran TIRBN, Kamis (28/5)

Ma’ruf menilai Indonesia perlu mencontoh negara-negara dengan karakter serupa dengan Indonesia yang berhasil meningkatkan pelayanan publik. Nantinya, contoh tersebut kemudian diadaptasi dan disesuaikan dengan keadaan Indonesia. 

“Karena itu, mana yang harus kita mulai, dari mana. Kemudian juga mana yang harus didahulukan, mana yang harus dibelakangkan,” ujar Ma’ruf.

Nantinya, keberhasilan reformasi birokrasi tercermin dari kepuasan masyarakat atas pelayanan publik yang semakin baik. Karena itu, ia mendorong upaya perbaikan dalam mereformasi birokrasi, agar publik dapat merasakan pelayanan optimal di Indonesia.

“Kita ingin mencoba mempercepat proses reformasi birokrasi ini, [hal ini] tergantung dari upaya-upaya kita melakukan reformasi,” katanya.

Ia pun berharap agar hasil pertemuan hari ini dapat membawa manfaat bagi negara pada umumnya dan seluruh masyarakat Indonesia pada khususnya, meskipun pertemuan secara fisik masih terhalang karena adanya pandemi Covid-19.

“Tapi mudah-mudahan walaupun tidak bertemu secara fisik, tetapi pertemuannya tetap membawa manfaat untuk bagaimana melakukan upaya-upaya, perbaikan-perbaikan dalam rangka mereformasi birokrasi,” jelas Wapres.

Ketua TIRBN Eko Prasodjo mengungkapkan bahwa reformasi briokrasi yang digulirkan saat ini memiliki target untuk membangun birokrasi kelas dunia. Ini sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Desain Reformasi Birokrasi.

“Target kita sampai dengan tahun 2025 adalah membangun birokrasi kelas dunia. Kita sedang mempersiapkan birokrasi Indonesia menyongsong berbagai perubahan dengan memiliki standar kelas dunia,” ujar Eko.

Eko memprediksi, di masa mendatang masyarakat akan lebih menginginkan pelayanan publik yang baik, cepat, transparan dan akuntabel seiring dengan kemajuan teknologi informasi. Karena itu, TIRBN melihat keinginan masyarakat tersebut akan mendorong corak pemerintahan bergeser pada pemerintahan berbasis teknologi.

“Terjadinya perubahan di semua sektor kehidupan, menguatnya artifcial intellegence, big data, dan pelayanan daring akan menjadi corak penyelenggaraan pemerintahan di masa datang. Termasuk pengambilan keputusan yang lebih cepat dengan menggunakan data yang lebih valid,” katanya lagi.

Terkait transformasi, Eko memandang terdapat empat faktor utama yang menjadi prioritas reformasi birokrasi saat ini yang dapat dilakukan, utamanya dalam menjawab tantangan perubahan jaman.

“Setidaknya ada empat transformasi yang dibutuhkan oleh governance, yaitu transformasi budaya, transformasi struktural,  transformasi digital, dan  reformasi regulasi melalui deregulasi serta re-regulasi,” ujarnya.

TIRBN adalah tim yang bertugas memberikan saran pemecahan masalah dalam pelaksanaan program reformasi birokrasi nasional kepada Tim Reformasi Birokrasi Nasional. TIRBN dibentuk dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 52 Tahun 2020 tentang Tim Independen Reformasi Birokrasi Nasional Periode Tahun 2020-2024.

Melalui teleconference, hadir bersama Eko Prasodjo para anggota TIRBN, yaitu Erwan Agus Purwanto, Danang Girindrawardana, Eva Kusuma Sundari, Sumarsono, Haris Turino, JB Kristiadi dan Wila Chandrawila Supriadi 

 



Sumber Berita

Klik untuk komentar

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top