Dunia

Warga Perbatasan Jerman-Polandia Protes Peraturan Karantina |BCC Indonesia

Perbatasan Jerman-Polandia ditutup hingga 3 Mei akibat pandemi Covid-19.

BBCINDO.COM, WARSAWA — Ratusan warga Polandia yang bekerja di Jerman memprotes peraturan karantina bagi mereka yang melintasi perbatasan pada Jumat (24/4) malam. Aksi protes digelar di Zgorzelec yang berbatasan dengan kota Gorlitz, Jerman. 

Sekitar 300 orang berkumpul di sisi Polandia dan 100 orang di Jerman. Keduanya dipisahkan pagar besi yang didirikan di tengah jembatan perlintasan agar orang-orang tak dapat menyeberang.

“Mari kita bekerja, mari kita pulang” bunyi salah satu spanduk yang dibawa peserta aksi. Beberapa di – mereka menyanyikan lagu kebangsaan Polandia dan yang lain menyenandungkan lagu Uni Eropa, Ode to Joy.

“Saya sudah terjebak di rumah selama enam pekan, tidak bisa melintasi perbatasan, pergi bekerja. Saya tidak bisa kembali ke murid-murid saya,” kata Mirella Binkiewicz yang berpartisipasi dalam aksi tersebut. Dia adalah seorang guru yang tinggal di Zgorzelec dan bekerja di Gorlitz. 

Menurut Renata Burdosz dari Balai Kota Zgorzelec, terdapat 20 ribu warga Polandia yang bekerja di wilayah Jerman di Saxony. Sekitar 10.500 di antaranya melintasi Polandia-Jerman setiap harinya. Terdapat 3.000 orang Polandia yang bekerja di Gorlitz. 

Otoritas lokal dari barat daya Polandia telah mengirim surat terbuka kepada Perdana Menteri Mateusz Morawiecki. Ia meminta agar segera melonggarkan penutupan perbatasan. “Mari kita ingat bahwa pekerjaan tidak akan menunggu selamanya untuk kembalinya pekerja Polandia. Akankah orang-orang ini menerima bantuan dan dukungan dari negara?” demikian salah satu penggalan isi surat tersebut.

Awal bulan ini, Morawiecki telah menyatakan bahwa perbatasan akan tetap ditutup setidaknya hingga 3 Mei. “Ini masalah yang sulit. Saya memahami kesulitan warga, dan pemerintah akan membahas hal ini pekan depan,” kata seorang juru bicara pemerintah pada Sabtu (25/4). 

Polandia adalah salah satu negara pertama di Eropa yang menutup perbatasannya karena wabah Covid-19. Ia pun memberlakukan karantina wajib selama dua pekan bagi mereka yang baru memasuki wilayahnya. 

sumber : Reuters



Sumber Berita

Klik untuk komentar

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top